Industrial IoT

Industrial IoT membantu perusahaan mendapatkan informasi dari mesin dan perangkat lapangan dengan lebih cepat. Sensor, PLC, power meter, remote I/O, dan perangkat produksi dapat mengirim data menuju sistem digital. Dengan demikian, kondisi operasional tidak hanya diketahui melalui pemeriksaan manual.

Selain itu, data dapat diolah sebelum ditampilkan melalui dashboard. Operator dapat melihat kondisi mesin, jumlah produksi, alarm, downtime, hingga penggunaan energi dalam satu sistem. Informasi tersebut membantu pengguna memahami situasi yang sedang terjadi.

Keputusan tetap berada pada operator, teknisi, supervisor, atau manajemen. Namun, Industrial IoT menyediakan data yang lebih teratur sehingga pengguna memiliki informasi yang lebih lengkap ketika menentukan tindakan.

Keputusan yang Cepat Membutuhkan Data yang Tepat

Dalam kegiatan industri, kondisi dapat berubah dalam waktu singkat. Mesin dapat berhenti, tekanan dapat berubah, produksi dapat menurun, atau konsumsi energi dapat meningkat.

Jika informasi baru diketahui setelah beberapa jam, respons juga menjadi lebih lambat. Oleh karena itu, perusahaan membutuhkan sistem yang dapat mengumpulkan data secara berkala.

Industrial IoT membantu membawa informasi dari lapangan menuju sistem monitoring. Setelah itu, pengguna dapat melihat data terbaru tanpa harus menunggu laporan manual.

Dengan demikian, waktu untuk mendapatkan informasi menjadi lebih singkat. Tim kemudian dapat menentukan apakah kondisi masih normal atau perlu diperiksa lebih lanjut.

Data Mesin Menjadi Sumber Informasi Penting

Mesin produksi menghasilkan banyak data ketika beroperasi. PLC dapat memberikan informasi mengenai status running, stop, fault, alarm, counter, dan nilai proses.

Selain itu, inverter atau controller dapat menyediakan data lain sesuai kemampuan perangkat. Informasi tersebut biasanya sudah tersedia pada sistem kontrol mesin.

Industrial IoT membantu menggunakan kembali data tersebut. Data dari PLC dapat diteruskan menuju server, edge controller, atau platform monitoring.

Dengan cara ini, informasi tidak hanya berada pada HMI lokal. Beberapa mesin dapat dipantau dalam satu sistem sehingga kondisi produksi lebih mudah dipahami.

Sensor Membantu Melihat Kondisi Lapangan

Tidak semua informasi tersedia langsung dari PLC. Oleh karena itu, sensor dapat digunakan untuk menambahkan data dari kondisi fisik di lapangan.

Sensor suhu dapat membaca temperatur, sedangkan pressure sensor memberikan data tekanan. Selain itu, level sensor, vibration sensor, flow meter, dan sensor lainnya dapat digunakan sesuai kebutuhan proses.

Data kemudian masuk ke PLC, remote I/O, atau edge controller. Setelah itu, informasi dapat diolah dan diteruskan menuju dashboard.

Dengan demikian, pengguna mendapatkan data dari mesin sekaligus kondisi proses. Informasi tersebut memberikan konteks yang lebih lengkap sebelum keputusan dibuat.

Data Real Time Mempercepat Monitoring

Data real time membantu operator melihat kondisi terbaru dari proses produksi. Informasi dapat diperbarui sesuai interval yang ditentukan dalam sistem.

Sebagai contoh, sebuah mesin berubah dari kondisi running menjadi fault. Perubahan tersebut dapat dikirim menuju dashboard sehingga operator mengetahui kondisi lebih cepat.

Selain status mesin, data lain dapat ditampilkan pada waktu yang sama. Suhu, tekanan, jumlah produksi, dan energi dapat menjadi informasi pendukung.

Dengan begitu, pengguna tidak hanya mengetahui bahwa terjadi perubahan. Mereka juga dapat melihat data yang berkaitan dengan kondisi tersebut.

Data Historis Memberikan Konteks

Informasi terbaru memang penting. Namun, satu nilai saja belum tentu cukup untuk memahami suatu kondisi.

Karena itu, data historis perlu disimpan. Histori membantu pengguna membandingkan kondisi sekarang dengan data pada jam, hari, atau minggu sebelumnya.

Sebagai contoh, suhu sebuah mesin terlihat tinggi. Pengguna dapat membuka histori untuk melihat apakah kenaikan baru terjadi atau sudah muncul secara bertahap.

Dengan demikian, keputusan tidak hanya berdasarkan satu pembacaan. Pengguna memiliki gambaran yang lebih luas sebelum melakukan tindakan.

Industrial IoT Menyatukan Banyak Sumber Data

Satu pabrik dapat memiliki PLC, sensor, power meter, inverter, remote I/O, dan berbagai perangkat lainnya. Setiap perangkat menghasilkan data dengan fungsi yang berbeda.

Industrial IoT membantu menghubungkan sumber tersebut. Data kemudian dapat dikumpulkan menuju edge controller atau platform monitoring.

Sebagai contoh, status mesin dapat dibandingkan dengan konsumsi energi. Selain itu, jumlah produksi dapat dilihat bersama downtime dan alarm.

Dengan cara tersebut, pengguna mendapatkan informasi yang lebih lengkap. Data tidak lagi dilihat secara terpisah tanpa hubungan dengan kondisi operasional lainnya.

Edge Computing Membantu Mengolah Data Lebih Cepat

Tidak semua data harus dikirim langsung ke cloud. Sebagian pengolahan dapat dilakukan pada perangkat yang berada dekat dengan mesin.

Konsep ini dikenal sebagai edge computing. Edge controller membaca data lalu menjalankan perhitungan, penyaringan, atau aturan tertentu.

Sebagai contoh, sistem dapat membaca suhu dan menentukan apakah nilainya masih berada dalam batas normal. Jika batas terlewati, informasi dapat langsung ditandai sebagai kondisi yang perlu diperiksa.

Dengan demikian, sebagian proses berlangsung lebih dekat dengan sumber data. Selain itu, jumlah data yang dikirim menuju server dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

PLC Industrial AI Edge Controller BL244 untuk Industrial IoT

Salah satu perangkat yang dapat digunakan untuk kebutuhan tersebut adalah PLC Industrial AI Edge Controller BL244. Perangkat ini menggabungkan fungsi PLC, edge computing, integrasi I/O, serta kemampuan AI pada sisi edge.

BL244 menggunakan platform Rockchip RK3576J atau RK3576 dengan kombinasi CPU Cortex-A72 dan Cortex-A53. Kecepatan prosesor dapat mencapai 2,2 GHz sesuai konfigurasi perangkat.

Selain itu, perangkat menyediakan NPU hingga 6 TOPS. Kemampuan tersebut membuka peluang pengembangan aplikasi AI dan machine vision pada sisi edge.

BL244 juga mendukung Node-RED, Docker, K3s, serta beberapa PLC runtime. Oleh karena itu, perangkat dapat digunakan untuk kontrol, pengumpulan data, pengolahan lokal, hingga integrasi dengan aplikasi Industrial IoT.

Spesifikasi PLC Industrial AI Edge Controller BL244

PLC Industrial AI Edge Controller BL244 tersedia dalam beberapa konfigurasi. Oleh karena itu, jumlah port dan kapasitas tertentu perlu disesuaikan dengan model yang digunakan.

SpesifikasiKeterangan
ProdukBL244 EdgePLC Industrial AI Edge Controller
CPURockchip RK3576J / RK3576
Arsitektur4 × Cortex-A72 + 4 × Cortex-A53
Kecepatan CPUHingga 2,2 GHz
NPUHingga 6 TOPS
GPUMali-G52 MC3
RAM2 GB / 4 GB / 8 GB LPDDR4X
Storage16 GB / 32 GB / 64 GB eMMC
EthernetHingga 2 × Gigabit + 1 × 100 Mbps sesuai varian
USB2 × USB 3.1
HDMITersedia pada varian tertentu
RS485Didukung
CAN-FDTersedia sesuai konfigurasi
M.2Dukungan NVMe 2230 / 2242
Mini PCIeWi-Fi / 4G / 5G sesuai modul
Ekspansi I/OHingga 32 modul N-series
Digital Input / OutputDidukung
Analog Input / OutputDidukung
RTDDidukung
ThermocoupleDidukung
PWMDidukung
Sistem OperasiUbuntu 20.04 / EdgePLC-OS
PLC RuntimeOpenPLC, NexPLC, CODESYS
Edge SoftwareNode-RED, Docker, K3s
Industrial NetworkEtherCAT Master
AI FrameworkOpenCV, YOLO, TensorFlow Lite, PyTorch Mobile
WatchdogIndependent Hardware Watchdog
Suhu Operasi-40°C hingga +85°C
ProtectionIP30
InstalasiDIN Rail

Kemampuan tersebut membuat BL244 tidak hanya berfungsi sebagai controller. Perangkat juga dapat menjalankan proses pengolahan data sebelum informasi dikirim menuju sistem tingkat atas.

Modular I/O Mempermudah Pengumpulan Data

Jumlah sensor dapat bertambah ketika sistem Industrial IoT berkembang. Oleh karena itu, controller membutuhkan kemampuan untuk menambahkan input dan output.

BL244 mendukung hingga 32 modul N-series. Modul dapat digunakan untuk digital input, digital output, analog input, analog output, RTD, thermocouple, dan kebutuhan lainnya.

Sebagai contoh, tahap pertama hanya menggunakan beberapa sensor suhu. Setelah itu, perusahaan dapat menambahkan sensor tekanan atau digital input pada mesin lainnya.

Dengan cara ini, sistem dapat tumbuh secara bertahap. Perusahaan tidak harus menyediakan seluruh I/O sejak awal implementasi.

Node-RED Membantu Mengatur Alur Informasi

BL244 mendukung Node-RED sebagai salah satu alat untuk membuat alur data. Pengguna dapat menghubungkan sumber data, proses, dan tujuan melalui tampilan berbasis node.

Sebagai contoh, nilai suhu dapat dibaca dari perangkat. Setelah itu, sistem membandingkannya dengan batas tertentu lalu meneruskan informasi ke database.

Jika kondisi melewati batas, proses lain dapat dijalankan. Misalnya, sistem memberikan status alarm pada dashboard.

Dengan demikian, data tidak hanya dikumpulkan. Informasi dapat diproses terlebih dahulu agar lebih mudah digunakan.

Dashboard Menyederhanakan Informasi

Data mentah dari PLC dan sensor sering berupa angka atau register. Bentuk seperti ini belum tentu mudah dipahami oleh semua pengguna.

Dashboard membantu mengubah data menjadi tampilan yang lebih sederhana. Status mesin dapat dibuat dalam bentuk indikator, sedangkan nilai sensor dapat ditampilkan sebagai grafik.

Selain itu, halaman dapat disusun berdasarkan kebutuhan pengguna. Operator dapat melihat detail mesin, sedangkan supervisor dapat melihat ringkasan lini produksi.

Dengan demikian, setiap bagian mendapatkan informasi yang sesuai. Pengguna juga tidak perlu membaca seluruh data teknis untuk memahami kondisi operasional.

Alarm Membantu Menentukan Prioritas

Jumlah data yang besar dapat membuat monitoring semakin sulit. Oleh karena itu, alarm diperlukan untuk menampilkan kondisi yang membutuhkan perhatian.

Sebagai contoh, alarm dapat dibuat ketika mesin mengalami fault. Selain itu, suhu, tekanan, level, dan parameter lain dapat diberikan batas tertentu.

Ketika kondisi melewati batas, sistem memberikan tanda. Operator kemudian dapat melihat informasi pendukung sebelum melakukan pemeriksaan.

Namun, batas alarm perlu dibuat dengan tepat. Terlalu banyak alarm dapat membuat pengguna sulit menentukan kondisi yang benar-benar penting.

Data Produksi Membantu Supervisor Bertindak Lebih Cepat

Jumlah produksi dapat dikumpulkan dari PLC, counter, atau sensor. Data tersebut kemudian dapat ditampilkan secara real time.

Sebagai contoh, dashboard menunjukkan hasil produksi saat ini lebih rendah dibandingkan target. Supervisor kemudian dapat melihat status mesin pada lini tersebut.

Jika terdapat downtime, histori dapat dibuka untuk mengetahui durasinya. Selain itu, alarm dapat diperiksa untuk mencari informasi tambahan.

Dengan cara tersebut, keputusan tidak hanya berdasarkan angka produksi akhir. Data lain dapat digunakan untuk memberikan konteks terhadap kondisi yang terjadi.

Data Downtime Membantu Menentukan Prioritas Mesin

Downtime menjadi salah satu informasi penting dalam produksi. Mesin yang sering berhenti dapat memberikan dampak terhadap hasil produksi.

Industrial IoT dapat mencatat waktu mesin mulai berhenti dan kembali beroperasi. Setelah itu, sistem menghitung durasi downtime.

Selain itu, kode alarm dapat disimpan jika tersedia dari PLC. Dengan demikian, pengguna dapat melihat mesin yang paling sering mengalami gangguan.

Informasi tersebut membantu tim menentukan prioritas pemeriksaan. Namun, penyebab gangguan tetap perlu dikonfirmasi melalui analisis teknis.

Data Energi Mendukung Evaluasi Operasional

Power meter dapat menjadi salah satu sumber data Industrial IoT. Informasi mengenai energi dapat dikumpulkan bersama data mesin.

Sebagai contoh, perusahaan melihat konsumsi listrik sebuah lini meningkat. Data tersebut kemudian dapat dibandingkan dengan jumlah produksi pada periode yang sama.

Jika produksi juga meningkat, perubahan konsumsi mungkin berkaitan dengan aktivitas yang lebih tinggi. Namun, jika output tetap sama, kondisi tersebut dapat menjadi bahan pemeriksaan.

Dengan demikian, data energi menjadi lebih berguna ketika dilihat bersama informasi operasional lainnya.

Data Maintenance Membantu Pemeriksaan Mesin

Tim maintenance dapat memanfaatkan data runtime, alarm, suhu, getaran, atau kondisi lain yang tersedia.

Sebagai contoh, sebuah mesin mengalami alarm yang sama beberapa kali. Teknisi dapat melihat histori sebelum melakukan pemeriksaan langsung.

Selain itu, jumlah jam operasi dapat digunakan bersama jadwal preventive maintenance. Tim dapat mengetahui mesin yang sudah mendekati waktu pemeriksaan.

Dengan cara tersebut, pekerjaan maintenance menjadi lebih terarah. Data berfungsi sebagai informasi pendukung bagi teknisi.

Membandingkan Data Antar Mesin

Ketika beberapa mesin menggunakan sistem monitoring yang sama, data dapat dibandingkan dengan lebih mudah.

Sebagai contoh, lima mesin memiliki fungsi yang serupa. Perusahaan dapat melihat runtime, output, downtime, dan energi pada masing-masing mesin.

Jika salah satu mesin menunjukkan pola yang berbeda, tim dapat melakukan pemeriksaan. Namun, perbedaan tersebut tetap perlu dilihat bersama kondisi beban dan proses.

Dengan demikian, perbandingan membantu menemukan informasi yang perlu diperhatikan. Keputusan tetap dibuat setelah konteks operasional dipahami.

Data Antarshift Membantu Melihat Pola

Produksi dapat memiliki hasil yang berbeda pada setiap shift. Oleh karena itu, data dapat dikelompokkan berdasarkan waktu operasional.

Sebagai contoh, perusahaan dapat membandingkan output pada shift pagi dan malam. Selain itu, jumlah downtime serta alarm juga dapat dilihat.

Jika terdapat perbedaan besar, tim dapat melihat data mesin dan kondisi proses pada periode tersebut. Dengan demikian, pencarian informasi menjadi lebih terarah.

Namun, data tidak langsung menunjukkan penyebab. Faktor manusia, bahan baku, mesin, dan jenis produk juga perlu dipertimbangkan.

AI Membuka Peluang Analisis yang Lebih Lanjut

BL244 memiliki NPU hingga 6 TOPS sehingga dapat digunakan untuk pengembangan aplikasi AI pada sisi edge. Perangkat juga mendukung beberapa framework yang umum digunakan untuk aplikasi visual dan inferensi.

Salah satu pengembangan yang dapat dilakukan adalah machine vision. Kamera dapat menjadi sumber data untuk membantu proses inspeksi pada produksi.

Namun, hasil AI bergantung pada kualitas model, data pelatihan, kamera, pencahayaan, serta cara sistem diterapkan. Oleh karena itu, teknologi ini membutuhkan proses pengembangan dan validasi yang sesuai.

Industrial IoT menyediakan konektivitas dan data dasar. Sementara itu, AI dapat menjadi tahap lanjutan setelah kebutuhan dan data sudah jelas.

Machine Vision Membantu Inspeksi

Inspeksi visual merupakan salah satu proses yang dapat dikembangkan menggunakan edge AI. Kamera mengambil gambar kemudian aplikasi melakukan analisis berdasarkan model yang digunakan.

Sebagai contoh, sistem dapat dikembangkan untuk membantu mendeteksi objek atau kondisi visual tertentu. Hasil analisis kemudian dapat dikirim ke PLC atau dashboard.

Dengan demikian, informasi visual dapat menjadi bagian dari Industrial IoT. Data dari kamera dapat digunakan bersama status mesin dan data produksi.

Namun, keputusan penerimaan atau penolakan produk harus mengikuti standar quality control perusahaan. Sistem perlu diuji sebelum digunakan dalam proses sebenarnya.

Edge Computing Mengurangi Ketergantungan pada Cloud

Sebagian pengolahan dapat dilakukan langsung pada BL244. Cara ini membuat sistem tidak harus mengirim seluruh data mentah ke cloud.

Sebagai contoh, data sensor dapat dihitung pada sisi edge. Setelah itu, hanya hasil atau informasi penting yang diteruskan.

Pendekatan tersebut dapat mengurangi jumlah data yang dikirim. Selain itu, beberapa proses dapat tetap berjalan walaupun koneksi menuju cloud mengalami gangguan.

Namun, kebutuhan setiap proyek berbeda. Perusahaan perlu menentukan proses yang sebaiknya dilakukan pada edge dan proses yang tetap dilakukan pada server.

Integrasi Membuat Data Digunakan Sistem Lain

Informasi Industrial IoT tidak harus berhenti pada dashboard. Data juga dapat digunakan oleh aplikasi lain sesuai kebutuhan.

Sebagai contoh, informasi produksi dapat diteruskan menuju MES. Sementara itu, laporan tertentu dapat digunakan oleh sistem bisnis.

BL244 mendukung lingkungan seperti Node-RED, Docker, serta beberapa bahasa pengembangan. Dengan demikian, integrasi dapat dibuat sesuai arsitektur perusahaan.

Namun, hanya data yang relevan yang sebaiknya diteruskan. Cara ini membantu menjaga sistem tetap teratur dan tidak membebani aplikasi dengan data yang tidak diperlukan.

Kualitas Data Sangat Menentukan Hasil

Kecepatan mendapatkan informasi tidak akan banyak membantu jika datanya salah. Oleh karena itu, kualitas data menjadi bagian penting dari Industrial IoT.

Sensor perlu dipasang pada titik yang sesuai. Selain itu, alamat register, scaling, satuan, dan konfigurasi perangkat perlu diperiksa.

Penamaan data juga sebaiknya konsisten. Setiap mesin dapat diberikan identitas yang jelas sehingga informasi lebih mudah ditemukan.

Dengan demikian, data dari beberapa perangkat dapat dibandingkan dengan lebih baik. Sistem juga menjadi lebih mudah dikelola ketika jumlah mesin bertambah.

Keamanan Tetap Menjadi Bagian Penting

Industrial IoT membuat lebih banyak perangkat terhubung ke jaringan. Oleh karena itu, keamanan perlu direncanakan sejak awal.

Perusahaan perlu mengatur akun pengguna, password, hak akses, firewall, dan segmentasi jaringan. Selain itu, akses jarak jauh perlu diberikan hanya kepada pengguna yang membutuhkannya.

Edge controller dan server juga perlu dikelola secara berkala. Pembaruan, konfigurasi, dan pemantauan perangkat menjadi bagian dari pengelolaan sistem.

Dengan demikian, kecepatan akses data tidak mengorbankan keamanan jaringan produksi.

Implementasi Dapat Dimulai dari Kebutuhan Sederhana

Perusahaan tidak harus langsung menghubungkan seluruh pabrik. Industrial IoT dapat dimulai dari satu area yang memiliki kebutuhan paling jelas.

Sebagai contoh, tahap pertama dapat digunakan untuk monitoring status mesin dan jumlah produksi. Setelah itu, downtime, energi, dan sensor tambahan dapat dimasukkan.

Tahap berikutnya dapat menambahkan edge computing dan analisis yang lebih lanjut. Jika dibutuhkan, AI juga dapat dikembangkan setelah data dasar tersedia.

Pendekatan bertahap membuat setiap tahap lebih mudah diperiksa. Selain itu, perusahaan dapat menyesuaikan investasi berdasarkan kebutuhan operasional.

Industrial IoT Membantu Pengambilan Keputusan Lebih Cepat

Industrial IoT membantu perusahaan membawa data dari mesin dan perangkat lapangan menuju sistem yang lebih mudah digunakan. Data produksi, sensor, energi, downtime, serta alarm dapat dikumpulkan kemudian ditampilkan dalam satu sistem.

PLC Industrial AI Edge Controller BL244 dapat menjadi salah satu perangkat untuk mendukung kebutuhan tersebut. Perangkat menggabungkan fungsi PLC, edge computing, modular I/O, Node-RED, Docker, serta NPU hingga 6 TOPS untuk pengembangan AI pada sisi edge.

Selain itu, data real time dapat digunakan bersama histori sehingga pengguna memiliki konteks yang lebih lengkap. Operator, teknisi, dan supervisor kemudian dapat melihat informasi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Pada akhirnya, pengambilan keputusan yang lebih cepat bukan berarti keputusan harus dibuat secara terburu-buru. Hal yang penting adalah informasi tersedia lebih cepat, tersusun dengan jelas, dan dapat dibandingkan dengan data lain. Dengan Industrial IoT, perusahaan memiliki dasar data yang lebih baik untuk mendukung keputusan operasional secara lebih terarah.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *