IoT 2026: Dari “Sekadar Terkoneksi” ke Era Trust, Standar, dan Interoperabilitas
Di 2026, fokus utama IoT bergeser dari hanya membuat perangkat online menjadi memastikan perangkat aman, terkelola, dan bisa bekerja lintas ekosistem. (GlobalSign)
Dorongan ini dipicu oleh meningkatnya perhatian pada regulasi, standardisasi, dan konsep “embedded trust” seperti identitas perangkat berbasis kriptografi. (GlobalSign)
1) Security-by-design makin jadi standar minimum (ETSI)
Baseline keamanan untuk perangkat IoT konsumen makin sering dirujuk ke standar ETSI EN 303 645 (misalnya praktik credential, update, dan kontrol keamanan tingkat tinggi). (ETSI)
Standar tersebut diposisikan sebagai pedoman keamanan siber perangkat IoT konsumen agar produsen dan pengguna punya acuan minimum yang jelas. (ETSI)
2) Transparansi masa dukungan perangkat mulai didorong (WIRED)
Wacana kebijakan di tingkat negara bagian di United States (contoh Massachusetts) mendorong produsen untuk mengungkap berapa lama perangkat akan mendapat pembaruan software dan keamanan, termasuk pemberitahuan saat mendekati end-of-support. (WIRED)
Tujuan utamanya adalah mengurangi risiko keamanan dari perangkat “ditinggalkan” (end-of-life) yang masih terhubung ke internet dan memperkecil attack surface. (WIRED)
3) Interoperabilitas smart home makin matang lewat Matter dan Thread (WIRED)
Update Matter 1.5 (rilis 20 November 2025) memperluas kemampuan standar interoperabilitas smart home, termasuk dukungan kamera keamanan dan peningkatan pengelolaan energi/air. (Tom’s Guide)
Di sisi jaringan mesh, Thread Group Thread 1.4 dirancang agar border router dapat bergabung ke jaringan Thread yang sudah ada (bukan membuat jaringan baru), sehingga mengurangi “fragmentasi” antar merek. (The Verge)
Namun adopsi lintas ekosistem besar diperkirakan baru benar-benar mulus pada 2026 karena sebagian platform masih berada di versi Thread sebelumnya dan roll-out-nya tidak serempak. (The Verge)
4) LoRaWAN tetap relevan untuk use case jarak jauh dan hemat daya (LoRa Alliance)
LoRa Alliance melaporkan total perangkat LoRaWAN terpasang secara global telah melampaui 125 juta end devices, dengan pertumbuhan yang disebutkan sekitar 25% CAGR. (LoRa Alliance)
Selain itu, ada pembaruan LoRaWAN Regional Parameters yang diklaim meningkatkan efisiensi (termasuk peningkatan data rate puncak) untuk berbagai skenario seperti smart city, bangunan, industri, dan logistik. (GlobeNewswire)
Checklist singkat untuk proyek IoT (biar siap scale) (ETSI)
Pastikan ada identitas perangkat yang kuat, mekanisme update yang jelas, dan proses penanganan kerentanan yang terdokumentasi agar perangkat tetap aman sepanjang lifecycle. (GlobalSign)
Siapkan strategi interoperabilitas (standar/protokol yang dipilih) supaya integrasi lintas vendor tidak menjadi bottleneck saat deployment diperluas. (WIRED)
Utamakan monitoring dan pengelolaan masa dukungan (support window) agar risiko dari perangkat mendekati end-of-support bisa dikendalikan lebih awal. (WIRED)
