Industrial IoT

Industrial IoT membantu perusahaan menghubungkan mesin, sensor, meter, sistem kontrol, dan aplikasi digital dalam satu jaringan yang saling terhubung. Melalui sistem ini, data dari area produksi dapat dikumpulkan secara otomatis. Data tersebut kemudian dapat digunakan untuk monitoring, analisis, kontrol, dan pengambilan keputusan.

Perkembangan industri membuat kebutuhan terhadap data semakin besar. Perusahaan tidak hanya membutuhkan mesin yang mampu bekerja dengan baik. Sebaliknya, perusahaan juga perlu mengetahui kondisi mesin, penggunaan energi, status produksi, kondisi lingkungan, hingga potensi gangguan secara lebih cepat.

Karena itu, Industrial IoT mulai digunakan untuk membangun sistem operasional yang lebih terhubung. Mesin yang sebelumnya bekerja secara terpisah dapat dihubungkan dengan sensor, gateway, jaringan, dan platform digital. Dengan begitu, informasi dari lapangan dapat diterima oleh tim operasional secara lebih mudah.

Industrial IoT juga dapat diterapkan pada berbagai sektor. Contohnya adalah manufaktur, energi, utilitas, pengolahan air, pertambangan, gedung, lingkungan, transportasi, hingga infrastruktur kota. Penerapannya dapat disesuaikan dengan jenis data dan perangkat yang digunakan oleh setiap perusahaan.

Apa Itu Industrial IoT dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Industrial IoT atau IIoT merupakan penerapan teknologi Internet of Things pada lingkungan industri. Konsep ini menghubungkan perangkat fisik dengan jaringan komunikasi dan sistem digital. Perangkat tersebut dapat berupa sensor, PLC, meter, mesin produksi, panel listrik, RTU, controller, maupun perangkat industri lainnya.

Pada tahap awal, sensor atau perangkat lapangan membaca kondisi tertentu. Sebagai contoh, sensor dapat membaca suhu mesin, tekanan, level cairan, getaran, kelembapan, aliran, atau konsumsi listrik. Sementara itu, PLC dapat menyediakan informasi mengenai status mesin dan proses produksi.

Data tersebut kemudian dikirim ke gateway. Gateway memiliki peran penting karena perangkat industri sering menggunakan protokol komunikasi yang berbeda. Oleh sebab itu, gateway membantu membaca data dari perangkat lapangan, mengolahnya, lalu meneruskannya menuju jaringan atau platform yang digunakan.

Setelah data terkirim, platform dapat menampilkannya melalui dashboard. Tim dapat melihat informasi secara lebih terpusat tanpa harus memeriksa setiap perangkat secara langsung. Selain itu, sistem dapat dikembangkan dengan alarm, notifikasi, laporan, grafik, hingga kontrol perangkat dari jarak jauh sesuai kebutuhan.

Dengan alur tersebut, Industrial IoT membentuk hubungan antara perangkat fisik dan sistem digital. Hal ini membuat data operasional yang sebelumnya tersebar dapat dikelola dalam satu sistem.

Peran Industrial IoT dalam Operasional Industri

Salah satu peran utama Industrial IoT adalah membantu perusahaan mendapatkan data dari lapangan secara lebih cepat. Dalam sistem konvensional, beberapa data masih perlu dicatat secara manual. Proses tersebut membutuhkan waktu dan memiliki risiko kesalahan pencatatan.

Industrial IoT dapat membantu mengurangi proses manual tersebut. Sensor dan perangkat industri dapat mengirim data secara otomatis melalui jaringan. Karena itu, operator dapat memantau kondisi tanpa terus-menerus mendatangi setiap titik pengukuran.

Selain monitoring, data Industrial IoT dapat digunakan untuk melihat pola kerja mesin. Misalnya, perusahaan dapat membandingkan waktu operasi, konsumsi energi, suhu, beban, atau kondisi peralatan pada periode tertentu. Informasi ini dapat membantu tim memahami kondisi operasional dengan lebih baik.

Industrial IoT juga dapat mendukung pemeliharaan peralatan. Ketika sensor menemukan perubahan kondisi, sistem dapat memberikan informasi kepada operator. Dengan demikian, pemeriksaan dapat dilakukan berdasarkan data yang tersedia.

Pada sisi lain, sistem yang terhubung juga membantu perusahaan membangun pusat monitoring. Berbagai perangkat dari lokasi berbeda dapat dikirim menuju satu dashboard. Oleh karena itu, perusahaan dapat melihat kondisi beberapa area dalam satu tampilan.

Dari Mesin, Gateway, hingga Platform Cloud

Industrial IoT tidak hanya bergantung pada satu jenis perangkat. Sistem ini terdiri dari beberapa bagian yang bekerja secara bersama.

Lapisan pertama adalah perangkat lapangan. Pada bagian ini terdapat sensor, meter, PLC, controller, mesin, atau perangkat lain yang menghasilkan data.

Kemudian, data tersebut masuk ke gateway. Gateway berfungsi sebagai penghubung antara perangkat lapangan dan sistem jaringan. Peran ini menjadi penting karena banyak mesin industri masih menggunakan komunikasi seperti RS485, RS232, Modbus RTU, atau Modbus TCP.

Setelah itu, gateway meneruskan data melalui Ethernet, WiFi, atau jaringan seluler jika perangkat mendukungnya. Data dapat dikirim menggunakan protokol seperti MQTT atau OPC UA menuju server dan platform IoT.

Pada lapisan platform, data mulai digunakan oleh pengguna. Informasi dapat ditampilkan dalam bentuk angka, grafik, status, histori, alarm, atau laporan. Selanjutnya, perusahaan dapat mengembangkan sistem sesuai kebutuhan operasional.

Sebagai contoh, sistem monitoring energi dapat mengumpulkan data dari beberapa power meter. Gateway membaca data setiap meter, kemudian mengirimkannya ke platform. Tim dapat melihat konsumsi energi dari ruang kontrol tanpa membaca meter satu per satu.

Konsep yang sama dapat diterapkan untuk monitoring mesin, air, gas, lingkungan, suhu ruangan, tekanan, maupun proses produksi.

Multi Protocol Industrial IoT Gateway untuk Integrasi Perangkat

Salah satu perangkat yang dapat digunakan untuk membangun sistem tersebut adalah Multi Protocol Industrial IoT Gateway BL110 yang tersedia melalui Microthings.

BL110 dirancang sebagai gateway industri untuk melakukan data acquisition, protocol conversion, dan koneksi menuju platform cloud. Perangkat ini dapat menerima data dari sensor, meter, maupun PLC. Selanjutnya, data dapat diteruskan menuju sistem monitoring atau platform IoT.

Gateway ini mendukung sejumlah PLC yang umum digunakan di lingkungan industri, termasuk Siemens, Mitsubishi, Omron, dan Delta. Selain itu, perangkat mendukung Modbus RTU serta Modbus TCP. Untuk komunikasi ke sistem tingkat atas, BL110 mendukung MQTT, OPC UA, dan Modbus RTU/TCP.

Kemampuan tersebut penting pada implementasi Industrial IoT karena perangkat dalam satu pabrik tidak selalu menggunakan protokol yang sama. Mesin lama mungkin menggunakan Modbus, sedangkan platform baru memakai MQTT. Gateway menjadi penghubung agar kedua bagian tersebut dapat bertukar data.

BL110 menggunakan prosesor 300 MHz dan Linux OS. Perangkat memiliki storage 128 MB serta flash memory 64 MB. Selain itu, tersedia dua port Ethernet RJ45 10/100 Mbps yang dapat digunakan sebagai WAN dan LAN.

Untuk komunikasi serial, tersedia varian dengan 2 channel atau 6 channel RS485/RS232. Baud rate yang didukung berada pada rentang 2400 bps hingga 115200 bps. Hal ini memberikan pilihan koneksi untuk berbagai perangkat industri.

Spesifikasi Multi Protocol Industrial IoT Gateway BL110

SpesifikasiKeterangan
ModelBL110 Series
FungsiData acquisition, protocol conversion, edge computing, dan cloud connectivity
Processor300 MHz
Operating SystemLinux OS
Storage128 MB
Flash Memory64 MB
Tegangan InputDC 9–36 V
Konsumsi DayaNormal 70 mA @ 12 V, maksimum 168 mA @ 12 V
Ethernet2 × RJ45 10/100 Mbps
Serial Interface2CH atau 6CH RS485/RS232 tergantung varian
Baud Rate2400–115200 bps
Protokol PerangkatModbus RTU/TCP dan berbagai PLC industri
UplinkMQTT, OPC UA, Modbus RTU/TCP
PLCSiemens, Mitsubishi, Omron, Delta dan perangkat kompatibel
Perangkat TerhubungHingga 10/50 perangkat tergantung konfigurasi
Data PointHingga 512/4000 data point tergantung model
WiFiOpsional
4GOpsional pada model tertentu
GPSOpsional pada model tertentu
VPNOpenVPN
KeamananTLS/SSL dan autentikasi X.509
Suhu Kerja-40°C hingga 85°C
Kelembapan5–95% RH
Protection GradeIP30
InstalasiDIN Rail atau wall mounting
Remote ManagementRemote configuration dan firmware upgrade

Spesifikasi tersebut menunjukkan bahwa BL110 tidak hanya berfungsi sebagai pengubah komunikasi. Perangkat juga mendukung edge computing dan logic processing. Dengan demikian, sebagian proses data dapat dilakukan dekat dengan sumber data sebelum informasi dikirim menuju platform.

Perangkat juga dilengkapi hardware dan software watchdog untuk mendukung operasi berkelanjutan. Selain itu, tersedia fitur remote configuration serta firmware upgrade. Fitur ini dapat mempermudah pengelolaan gateway ketika perangkat dipasang pada beberapa lokasi.

Pada varian tertentu tersedia jaringan 4G, WiFi, dan GPS. WiFi mendukung 2,4 GHz serta 5 GHz dengan kecepatan hingga 150 Mbps. Sementara itu, opsi jaringan seluler dapat digunakan pada area yang tidak memiliki jaringan Ethernet tetap.

Dari sisi keamanan komunikasi, gateway mendukung TLS/SSL, sertifikat X.509, serta OpenVPN. Fitur tersebut dapat digunakan sebagai bagian dari rancangan keamanan jaringan ketika data perangkat industri dikirim menuju sistem lain atau platform cloud.

Penerapan Industrial IoT di Berbagai Kebutuhan

Pada industri manufaktur, Industrial IoT dapat digunakan untuk menghubungkan PLC dan mesin produksi. Data status mesin dapat dikirim menuju dashboard. Dengan begitu, tim dapat melihat mesin aktif, berhenti, mengalami alarm, atau membutuhkan pemeriksaan.

Pada sistem energi, gateway dapat mengambil data dari power meter berbasis Modbus. Data seperti tegangan, arus, daya, energi, dan parameter lain kemudian dapat diteruskan menuju platform. Dari data tersebut, perusahaan dapat melakukan monitoring penggunaan energi di beberapa titik.

Sementara itu, pada sistem utilitas, Industrial IoT dapat membantu monitoring air, gas, tekanan, aliran, maupun level. Sensor dan meter ditempatkan pada titik yang diperlukan. Kemudian, gateway menghubungkan perangkat tersebut dengan jaringan dan platform.

Teknologi serupa juga dapat digunakan untuk pemantauan lingkungan. Sensor suhu, kelembapan, kualitas udara, atau parameter lingkungan lainnya dapat dihubungkan ke sistem monitoring. Hasil pengukuran selanjutnya dapat disimpan sebagai data historis.

Selain itu, implementasi Industrial IoT dapat diperluas ke smart building, pusat data, pertambangan, pertanian, transportasi, serta berbagai infrastruktur yang membutuhkan monitoring perangkat secara terpusat.

Dengan sistem yang dirancang sesuai kebutuhan, perusahaan tidak perlu mengganti seluruh peralatan hanya untuk memulai digitalisasi. Perangkat yang masih menggunakan protokol industri seperti Modbus dapat dihubungkan melalui gateway. Oleh sebab itu, perusahaan dapat membangun sistem secara bertahap.

Industrial IoT Membantu Industri Menjadi Lebih Terhubung

Industrial IoT menjadi bagian penting dalam proses digitalisasi industri karena teknologi ini menghubungkan perangkat fisik dengan data dan aplikasi. Sensor membaca kondisi di lapangan, gateway mengumpulkan serta meneruskan data, sedangkan platform membantu pengguna melihat informasi yang dibutuhkan.

Dengan konsep tersebut, perusahaan dapat membangun monitoring mesin, pemantauan energi, pengawasan utilitas, kontrol proses, hingga sistem maintenance berbasis data.

Penggunaan perangkat seperti Multi Protocol Industrial IoT Gateway BL110 juga membantu menjembatani berbagai perangkat industri dengan jaringan modern. Dukungan PLC, Modbus, MQTT, OPC UA, Ethernet, serta opsi 4G dan WiFi membuat gateway dapat diterapkan pada berbagai skenario integrasi.

Pada akhirnya, keberhasilan Industrial IoT bukan hanya ditentukan oleh banyaknya sensor yang dipasang. Perusahaan juga perlu memastikan perangkat, jaringan, gateway, platform, dan aplikasi dapat bekerja sebagai satu sistem yang terintegrasi. Dengan pendekatan tersebut, data lapangan dapat diubah menjadi informasi yang lebih mudah digunakan untuk mendukung kegiatan operasional dan perkembangan industri.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *