Industrial IoT membantu perusahaan memantau data sensor dengan cara yang lebih mudah dan terpusat. Sensor yang tersebar pada area produksi, gudang, gedung, utilitas, atau fasilitas lainnya dapat mengirim data menuju sistem monitoring. Dengan demikian, operator tidak perlu selalu melakukan pemeriksaan langsung ke setiap titik.
Data yang dikumpulkan dapat berupa suhu, kelembapan, tekanan, level, kualitas udara, penggunaan energi, kondisi pintu, hingga kebocoran air. Setelah itu, informasi dikirim melalui gateway menuju server atau platform. Data kemudian dapat ditampilkan melalui dashboard dalam bentuk angka, status, grafik, dan histori.
Selain mempermudah monitoring, sistem ini membantu perusahaan menyimpan data dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, pengguna tidak hanya mengetahui kondisi terbaru, tetapi juga dapat melihat perubahan yang terjadi sebelumnya.
Mengapa Monitoring Data Sensor Dibutuhkan?
Sensor menjadi bagian penting dalam kegiatan monitoring karena perangkat ini membaca kondisi yang terjadi di lapangan. Namun, jumlah sensor dapat terus bertambah seiring berkembangnya kebutuhan perusahaan.
Sebagai contoh, satu gudang dapat memiliki sensor suhu pada beberapa area. Sementara itu, ruang server dapat memiliki sensor suhu, kelembapan, kebocoran air, serta sensor pintu. Jika setiap perangkat diperiksa secara manual, proses monitoring tentu membutuhkan lebih banyak waktu.
Industrial IoT membantu mengumpulkan data tersebut ke dalam satu sistem. Dengan begitu, operator dapat melihat banyak titik pengukuran melalui dashboard yang sama.
Selain itu, sistem dapat memberikan gambaran kondisi secara lebih luas. Pengguna dapat membandingkan data antara satu ruangan dengan ruangan lainnya atau melihat perubahan nilai pada periode tertentu.
Sensor Menjadi Sumber Utama Data
Sistem Industrial IoT dimulai dari perangkat yang berada di lapangan. Sensor bertugas membaca suatu kondisi kemudian menghasilkan data yang dapat digunakan oleh sistem.
Sensor suhu, misalnya, memberikan informasi mengenai temperatur. Sementara itu, sensor kelembapan digunakan untuk melihat kondisi udara. Ada pula sensor tekanan, level, kualitas udara, kebocoran air, hingga berbagai sensor lainnya.
Setiap sensor dapat memiliki metode komunikasi yang berbeda. Beberapa menggunakan RS485, sedangkan perangkat lain menggunakan komunikasi nirkabel seperti LoRaWAN.
Oleh sebab itu, pemilihan sensor perlu disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi. Jarak komunikasi, sumber daya, lingkungan pemasangan, dan jenis data juga perlu diperhatikan sejak awal.
Industrial IoT Menghubungkan Sensor dengan Dashboard
Data sensor akan lebih berguna jika dapat diteruskan menuju sistem monitoring. Pada tahap inilah gateway memiliki peran penting.
Gateway menerima data dari sensor kemudian menghubungkannya dengan jaringan IP. Selanjutnya, data dapat dikirim menuju server lokal maupun platform cloud sesuai desain sistem.
Secara sederhana, prosesnya dapat digambarkan seperti berikut:
Sensor → Jaringan Sensor → Industrial IoT Gateway → Internet / LAN → Platform → Dashboard
Dengan alur tersebut, data yang sebelumnya hanya berada pada perangkat lapangan dapat dilihat oleh pengguna melalui sistem digital. Selain itu, perusahaan dapat menambahkan lebih banyak sensor tanpa harus membuat aplikasi terpisah untuk setiap perangkat.
Dashboard Membuat Data Lebih Mudah Dibaca
Data mentah dari sensor belum tentu mudah dipahami oleh pengguna. Oleh karena itu, dashboard digunakan untuk mengubah data menjadi tampilan yang lebih jelas.
Sebagai contoh, suhu dapat ditampilkan dalam bentuk angka dan grafik. Status kebocoran air dapat ditampilkan sebagai kondisi normal atau alarm. Sementara itu, informasi dari beberapa sensor dapat digabungkan pada satu halaman.
Dengan demikian, pengguna tidak harus membaca data satu per satu. Dashboard membantu menunjukkan informasi yang paling penting sesuai kebutuhan.
Selain itu, tampilan dapat dibuat berbeda untuk setiap bagian perusahaan. Operator dapat melihat informasi teknis, sedangkan manajemen dapat menggunakan tampilan ringkasan.
Data Real Time Membantu Pemantauan
Industrial IoT dapat membantu pengguna mendapatkan pembaruan data secara berkala. Interval pengiriman dapat disesuaikan dengan jenis sensor serta kebutuhan monitoring.
Untuk kondisi yang berubah cepat, data dapat diperbarui lebih sering. Sementara itu, sensor lingkungan yang berubah secara perlahan dapat menggunakan interval yang lebih panjang.
Pengaturan tersebut penting karena tidak semua data harus dikirim setiap detik. Dengan interval yang sesuai, penggunaan jaringan dan penyimpanan dapat lebih efisien.
Selain itu, operator tetap mendapatkan informasi yang relevan. Oleh karena itu, sistem dapat dirancang sesuai kebutuhan nyata di lapangan.
Data Historis Membantu Melihat Perubahan
Monitoring data sensor bukan hanya tentang kondisi saat ini. Data historis juga memiliki peran penting dalam membantu perusahaan memahami perubahan.
Sebagai contoh, grafik suhu dapat menunjukkan kenaikan pada jam tertentu. Selain itu, histori kelembapan dapat memperlihatkan kondisi ruangan selama beberapa hari atau minggu.
Informasi tersebut dapat digunakan untuk membandingkan kondisi dari waktu ke waktu. Dengan demikian, perusahaan dapat melihat pola yang sulit diketahui melalui pemeriksaan sesaat.
Data historis juga dapat membantu proses evaluasi. Namun, lama penyimpanan tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan agar kapasitas sistem tidak digunakan secara berlebihan.
Alarm Membantu Menunjukkan Kondisi Penting
Ketika jumlah sensor bertambah, operator tidak mungkin terus melihat seluruh data secara bersamaan. Oleh karena itu, sistem alarm menjadi bagian penting dari monitoring.
Sebagai contoh, perusahaan dapat menentukan batas suhu maksimum. Jika nilai melewati batas tersebut, dashboard dapat menampilkan status alarm.
Konsep yang sama dapat digunakan untuk kelembapan, level cairan, tekanan, atau kebocoran air. Dengan demikian, perhatian operator dapat diarahkan pada kondisi yang memerlukan pemeriksaan.
Namun, batas alarm perlu ditentukan secara tepat. Jika batas terlalu sensitif, pengguna dapat menerima terlalu banyak peringatan yang sebenarnya tidak diperlukan.
LoRaWAN Mempermudah Koneksi Sensor
Pada area yang luas, penarikan kabel menuju setiap sensor dapat menjadi tantangan. Karena itu, LoRaWAN dapat digunakan sebagai salah satu pilihan komunikasi nirkabel.
Teknologi ini dapat menghubungkan perangkat sensor menuju gateway. Sensor dapat ditempatkan pada beberapa titik tanpa membutuhkan kabel data hingga ke ruang kontrol.
Sebagai contoh, jaringan dapat digunakan untuk sensor suhu, kelembapan, kualitas udara, kebocoran air, atau perangkat lain yang kompatibel. Setelah itu, gateway menerima data dan meneruskannya menuju sistem monitoring.
Pendekatan tersebut membuat sistem lebih fleksibel. Selain itu, perusahaan dapat menambahkan titik sensor baru sesuai kebutuhan.
MxG1103 dan MxG1104 untuk Industrial IoT
Salah satu perangkat yang sesuai untuk sistem monitoring sensor adalah MxG1103/MxG1104 Indoor IPv6 IIoT Gateway dari Microthings. Perangkat ini berfungsi sebagai gateway yang menghubungkan sensor berbasis LoRaWAN dengan jaringan IP dan platform monitoring.
Gateway mendukung LoRaWAN untuk komunikasi dengan perangkat lapangan. Selain itu, tersedia Dual-Band Wi-Fi dan Gigabit Ethernet sehingga data dapat diteruskan melalui jaringan perusahaan.
MxG1104 memiliki tambahan dukungan 4G LTE. Oleh karena itu, perangkat ini dapat digunakan pada lokasi yang membutuhkan koneksi seluler sebagai jalur komunikasi.
Sementara itu, MxG1103 dapat digunakan ketika lokasi sudah memiliki Wi-Fi atau Ethernet. Dengan pilihan tersebut, perusahaan dapat menyesuaikan model gateway dengan kondisi jaringan di lapangan.
Spesifikasi MxG1103 dan MxG1104
MxG1103/MxG1104 Indoor IPv6 IIoT Gateway dirancang sebagai gateway indoor untuk kebutuhan Industrial IoT. Perangkat memiliki dukungan LoRaWAN serta beberapa metode koneksi menuju jaringan IP.
Berikut gambaran spesifikasi utamanya:
| Spesifikasi | MxG1103 | MxG1104 |
|---|---|---|
| Jenis Perangkat | Indoor IPv6 IIoT Gateway | Indoor IPv6 IIoT Gateway |
| Penggunaan | Indoor | Indoor |
| LoRaWAN | Didukung | Didukung |
| IPv6 | IPv6 Ready | IPv6 Ready |
| Wi-Fi | Dual-Band Wi-Fi | Dual-Band Wi-Fi |
| Ethernet | RJ45 | RJ45 |
| Ethernet | Gigabit Ethernet | Gigabit Ethernet |
| 4G LTE | – | Didukung |
| Multi-Protocol | Didukung | Didukung |
| Koneksi Utama | Wi-Fi / Ethernet | Wi-Fi / Ethernet / 4G |
| Integrasi Sensor | LoRaWAN | LoRaWAN |
| Industrial IoT | Didukung | Didukung |
| Cloud Connectivity | Didukung sesuai sistem | Didukung sesuai sistem |
| Aplikasi | Monitoring indoor dan IoT | Monitoring indoor dan IoT |
Perbedaan utama berada pada pilihan koneksi seluler. MxG1104 menyediakan 4G LTE sehingga cocok ketika jaringan kabel atau Wi-Fi tidak selalu tersedia.
Selain itu, kedua perangkat memiliki dukungan IPv6. Fitur tersebut memberikan kesiapan jaringan ketika jumlah perangkat IoT terus bertambah.
Cara Gateway Bekerja dengan Sensor
Penerapan dapat dimulai dengan memasang sensor pada beberapa titik. Sensor kemudian membaca kondisi sesuai fungsi masing-masing.
Setelah itu, data dikirim secara nirkabel melalui LoRaWAN menuju MxG1103 atau MxG1104. Gateway menerima informasi dari perangkat yang berada dalam jaringan tersebut.
Data kemudian diteruskan melalui Ethernet, Wi-Fi, atau 4G pada MxG1104. Selanjutnya, platform menerima data untuk disimpan dan ditampilkan.
Alurnya menjadi:
Sensor LoRaWAN → MxG1103/MxG1104 → Ethernet / Wi-Fi / 4G → Cloud → Dashboard
Dengan pendekatan tersebut, banyak sensor dapat menjadi bagian dari satu sistem monitoring.
Monitoring Suhu dan Kelembapan
Salah satu penggunaan yang umum adalah monitoring suhu dan kelembapan. Sensor dapat ditempatkan pada beberapa area yang membutuhkan pengawasan kondisi lingkungan.
Misalnya, gudang dapat memiliki beberapa titik sensor untuk mengetahui perbedaan suhu. Sementara itu, ruang server dapat menggunakan sensor untuk memantau perubahan temperatur dan kelembapan.
Data dikirim menuju gateway lalu diteruskan ke dashboard. Dengan demikian, pengguna dapat melihat kondisi beberapa ruangan tanpa harus datang langsung.
Selain itu, histori dapat menunjukkan perubahan dari waktu ke waktu. Informasi ini membantu pengguna melihat apakah kondisi ruangan tetap stabil.
Monitoring Kualitas Udara
Industrial IoT juga dapat digunakan untuk monitoring kualitas udara. Sensor yang kompatibel dapat ditempatkan di area kerja, ruang produksi, gedung, atau fasilitas lainnya.
Setelah data dikirim ke gateway, informasi dapat diteruskan menuju platform monitoring. Dashboard kemudian menampilkan nilai sesuai parameter yang tersedia pada sensor.
Selain kondisi terbaru, data historis juga dapat disimpan. Dengan begitu, perusahaan dapat membandingkan kualitas udara pada waktu yang berbeda.
Namun, parameter yang dapat dibaca tetap bergantung pada jenis sensor. Oleh karena itu, perangkat perlu dipilih sesuai tujuan pengukuran.
Monitoring Kebocoran Air
Water leak sensor dapat digunakan pada lokasi yang memiliki risiko kebocoran. Contohnya adalah data center, ruang server, ruang utilitas, dan area yang memiliki banyak pipa.
Ketika sensor mendeteksi kondisi tertentu, data dapat dikirim melalui jaringan menuju gateway. Setelah itu, dashboard menampilkan informasi sesuai konfigurasi.
Selain itu, sistem dapat memberikan alarm ketika kondisi kebocoran terdeteksi. Dengan demikian, operator dapat mengetahui adanya masalah lebih cepat.
Penerapan ini membantu mengurangi ketergantungan pada pemeriksaan manual. Namun, pemeriksaan lapangan tetap diperlukan ketika alarm muncul.
Monitoring Gudang Secara Terpusat
Gudang sering memiliki area yang luas dan berbagai kebutuhan monitoring. Oleh sebab itu, penggunaan sensor wireless dapat membantu menyebarkan titik pemantauan.
Sensor suhu dan kelembapan dapat ditempatkan pada beberapa bagian gudang. Selain itu, sensor pintu atau kebocoran dapat ditambahkan sesuai kebutuhan.
Data dari perangkat kemudian dikumpulkan melalui gateway. Selanjutnya, dashboard menampilkan kondisi seluruh area dalam satu sistem.
Dengan demikian, operator dapat mengetahui lokasi yang membutuhkan perhatian. Selain itu, jumlah sensor dapat dikembangkan seiring bertambahnya kebutuhan.
Monitoring Data Center
Data center membutuhkan pemantauan kondisi lingkungan secara rutin. Suhu dan kelembapan menjadi dua parameter yang dapat digunakan untuk melihat kondisi ruangan.
Selain itu, sensor kebocoran air dan sensor pintu dapat menjadi bagian dari sistem. Seluruh perangkat tersebut dapat mengirim data menuju gateway.
Informasi kemudian ditampilkan melalui dashboard. Dengan demikian, tim dapat melihat kondisi beberapa ruang atau rack area dari satu sistem.
Data historis juga membantu proses evaluasi. Tim dapat melihat kapan perubahan suhu terjadi dan membandingkannya dengan kondisi sebelumnya.
Monitoring Smart Building
Konsep yang sama dapat diterapkan pada gedung. Sensor dapat digunakan untuk memantau kondisi ruangan dan fasilitas.
Sebagai contoh, sensor suhu dan kelembapan ditempatkan pada ruang kerja. Sensor pintu dapat digunakan pada area tertentu, sedangkan water leak sensor ditempatkan dekat sistem utilitas.
Gateway mengumpulkan data dari berbagai sensor. Setelah itu, informasi diteruskan menuju platform building monitoring.
Dengan pendekatan ini, Industrial IoT dapat menjadi bagian dari pengembangan smart building. Selain itu, perangkat dapat ditambahkan secara bertahap sesuai kebutuhan gedung.
4G Membantu Lokasi Tanpa Jaringan Tetap
Tidak semua lokasi memiliki Ethernet yang mudah diakses. Selain itu, jaringan Wi-Fi mungkin belum tersedia pada area tertentu.
MxG1104 menyediakan 4G LTE untuk kondisi tersebut. Oleh karena itu, gateway dapat menggunakan jaringan seluler sebagai jalur menuju platform.
Fitur ini membantu ketika perangkat dipasang pada bangunan atau fasilitas yang tidak terhubung langsung dengan jaringan utama. Namun, kualitas komunikasi tetap bergantung pada sinyal operator di lokasi.
Sementara itu, MxG1103 lebih sesuai ketika Ethernet atau Wi-Fi sudah tersedia. Dengan demikian, pemilihan perangkat dapat mengikuti kebutuhan proyek.
Sistem Dapat Dikembangkan Secara Bertahap
Industrial IoT tidak harus diterapkan pada seluruh fasilitas sekaligus. Perusahaan dapat memulai dari area yang memiliki kebutuhan monitoring paling tinggi.
Misalnya, tahap pertama hanya menggunakan beberapa sensor suhu. Setelah sistem berjalan, sensor kelembapan dan kebocoran dapat ditambahkan.
Kemudian, area lainnya dapat dimasukkan ke dalam dashboard yang sama. Dengan cara tersebut, investasi dan pengembangan sistem dapat dilakukan secara bertahap.
Selain itu, proses evaluasi menjadi lebih mudah. Perusahaan dapat melihat hasil dari implementasi awal sebelum menambah jumlah perangkat.
Keamanan Data Tetap Perlu Diperhatikan
Semakin banyak sensor yang terhubung, semakin penting pengelolaan akses ke sistem. Oleh karena itu, keamanan perlu dipertimbangkan sejak tahap desain.
Jaringan gateway sebaiknya mengikuti kebijakan keamanan perusahaan. Selain itu, pengguna dashboard perlu diberikan hak akses sesuai kebutuhan pekerjaan.
Server, cloud, router, firewall, dan akun pengguna juga perlu dikelola dengan benar. Dengan demikian, data sensor tidak mudah diakses oleh pihak yang tidak berkepentingan.
Keamanan bukan hanya tugas dari gateway. Sebaliknya, perlindungan perlu diterapkan pada seluruh alur komunikasi.
Monitoring Data Sensor Lebih Mudah dengan Industrial IoT
Industrial IoT membantu membawa data dari sensor menuju dashboard dalam satu alur yang lebih terintegrasi. Sensor membaca kondisi lapangan, gateway menerima data, jaringan mengirim informasi, sedangkan dashboard membantu pengguna melihat hasilnya.
MxG1103/MxG1104 Indoor IPv6 IIoT Gateway dapat digunakan sebagai penghubung antara perangkat LoRaWAN dan jaringan IP. Dukungan Dual-Band Wi-Fi, Gigabit Ethernet, IPv6, serta tambahan 4G LTE pada MxG1104 memberikan pilihan komunikasi untuk berbagai kebutuhan.
Selain itu, sistem dapat diterapkan pada gudang, data center, smart building, area produksi, dan berbagai fasilitas indoor lainnya. Sensor juga dapat ditambahkan secara bertahap sesuai perkembangan sistem.
Pada akhirnya, tujuan monitoring bukan hanya mengumpulkan banyak data. Hal yang lebih penting adalah membuat data tersebut mudah dilihat, disimpan, dan digunakan. Dengan sistem Industrial IoT yang terintegrasi, perusahaan dapat membangun monitoring sensor yang lebih terpusat dan mudah dikembangkan.
